Doa

Posted in Kata Sunyi on Desember 18, 2011 by bersamasunyi

Sayidina Ali karamallahu wajhahu dalam doanya :

      Duhai Zat yang memberikan kebijaksanaan kepada Lukman,

kokohkan hatiku dalam beribadah kepada-Mu, berikanlah daku taufik

     untuk beramal yang dapat menyucikan kotoran kesalahanku,

             maka terimalah taubatku sebagaimana Kau janjikan

Aku adalah Harta Tersembunyi Dan Aku Ingin di Ketahui

Posted in Kata Sunyi, Rumi on Februari 23, 2011 by bersamasunyi

“Tuhan menciptakan Adam dalam imajinasiNya sendiri.” Setiap orang mencari tempat pengejawantahan. Ada banyak perempuan berjilbab yg membuka wajah untuk menguji sasaran hasrat mereka, seperti ketika engkau akan menguji pisau silet. Seorang pecinta berkata kepada kekasihnya, “ Aku tidak dapat tidur. Aku tidak bisa makan. Aku mnjdi seperti ini dan seperti itu tanpamu.” Yang dia maksdkan adalah, “Engkau berusaha agar bs terejawantah. Aku adalah tempat pengejawantahan dimana engkau dapat mengenali kualitas seorang kekasih.” Ulama dan cendikia juga tempat untuk mengejawantah. “Aku adalah harta tersembunyi dan Aku ingin di ketahui.

“Dia menciptakan Adam dalam imajinasinya sendiri,”yakni di dalam citra hukumNya. Seluruh hukumNya tampak di dalam ciptaanNya karena mereka semua adalah “bayang-bayang Tuhan,” dan bayang-bayang, pasti mirip dg sumbernya. Apabila engkau mengembangkan jemarimu, bayang-bayangmu akan melakukan hal yg sama. Apabila engkau membungkuk, bayang-bayangmu akan membungkuk. Apabila engkau meregang, bayang-bayangmu akan melakukan hal yang serupa pula. Maka, orang yang mencari adalah, orang yang mencari sesuatu untuk di cari, sesuatu untuk di cintai, karena mereka ingin di cintai dan berendah hati di depanNya, musuh pada musuhNya, dan teman pada temanNya. Ini semua adalah hukum dan sifat Tuhan yang muncul pada bayangan.

Untuk menyimpulkan bagian ini, bayang-bayang yg kita lemparkan tidak menyadari diri kita. Tetapi kita menyadari adanya bayang-bayang. Meski demikian, di dalam hubungan dengan pengetahuan Tuhan, kesadaran kita hanya akan mendapatkan sesuatu yg tak lebih dari ketidaksadaran. Tidak seluruh diri seseorang akan dimiliki bayang-bayang, hny sebagian dr keseluruhan dirinya. Maka, tidak seluruh sifat Tuhan yg di perlihatkan oleh bayang-bayang, atau kita, hanya sebagian saja. Engkau tidak memiliki pengetahuan yg di berikan kepadamu, kecuali sedikit saja [QS. 17:85].

sumber : fihi ma fihi karya Jalaludin Rumi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.